Senin, November 10, 2008

Setan Kartu Kredit

musim hujan datang lagi, tiada hari tanpa tetesan hujan menerpa wajah, mulai keluar lagi tetesan air dari eternit dibawah genteng yang bocor, kembali banyak jadwal traveling yang berubah karena terhambat hujan, bahkan bukan cuma air....tahun ini ketambahan angin puting beliung yang menumbangkan banyak pohon dan baliho yang menimbulkan kerugian 12 milyar! Itu baru di Jogja, belom lagi kalo memasuki pertengahan musim siap-siap aja baca berita banjir,longsor,angin ribut,badai, atau mungkin tersambar petir......na'udzubillahi min dzalik!

nggak tau nih sial apa bukan, tapi waktu sedang asik-asiknya nonton hilight liga champions di tivi kantor kok tiba-tiba ada sales kartu kredit dateng, sebenernya nyariin si bos tapi ternyata yang dicari udah pulang duluan, maka jadilah saya yang menemui sang sales sebagai target market selanjutnya, awalnya sih basa basi doang mungkin karena liat muka saya yang kurang welcome dianya cuma nawarin aja, tapi saat mau pamitan.....alamak....hujan!

alih-alih mau pamitan dianya jadi duduk dan mulai fokus ke saya sebagai pelampiasan karena janji temunya dengan calon klien di tempat lain batal gara-gara hujan, mulailah penjelasan tentang kemudahan-keunggulan-keistimewaan hingga cerita seputar kartu kredit Z dijabarkan, hebatnya lagi dia bisa menghubung-hubungkan antara penggunaan kartu kredit dengan sepakbola, mungkin dia tau kalo saya lagi konsen liat gol-gol liga champions, jadi mau nggak mau tetep noleh deh, mau tahu apa yang lebih mengherankan? setelah gagal merayu saya di kartu kredit X yang terdahulu kali ini dia menawarkan merk Z bahkan dia siap membantu di kartu kredit Y....betapa hebatnya perusahaan yang mempekerjakannya....

ah, tetapi gol nya Kone dan Niang saat melawan PSV tidak membuat saya beralih konsentrasi sehingga sang sales terdiam....nah gitu dong, nunggu hujan aja kok berisik, 3 detik berlalu tiba-tiba beliau bertanya "pernah nyoba MLM mas?"....Oo'oo....gubrak! mulai deh merk MLM A dipromosikan, lalu dilanjutkan MLM cap B, sampai cerita orang yang perbulan pendapatannya 3 milyar! males banget ndengerinnya....tapi saya bisa cerita gini berarti saya ndengerin juga kan? sial! "iya mas....kita nggak usah kerja kalo pohon kita udah ada rantingnya, pokoknya tinggal metik aja uangnya...."

kemaren, saat jalan-jalan dengan anak saya di mall tiba-tiba anak saya diberi boneka ikan, anak mana yang menolak? maka KTP saya pun diminta untuk difoto kopi dan dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 menit data saya sudah diaplikasi untuk pengajuan kartu kredit merk F, dan sekarang kartunya udah nangkring di dompet tanpa saya paham harus buat apa, padahal untuk iuran tahunannya saya harus keluar 150 rebu! uang segitu bisa buat beli boneka ikan 5 biji mas!

dulu setelah keluar dari loket pembayaran tagihan telpon seluler langsung dipromosikan kartu kredit untuk autodebetnya, sampai didatangi ke kantor dan nona sales belum menyerah berjuang hingga akhirnya formulirnya telah berisi tanda tangan saya

saat sedang anget-angetnya mendukung tim asal inggris kesayanganpun, kok ya sempat ditawari kartu kredit yang gambarnya sang pemain favorit saya, duh....

maaf ya buat teman-teman sales kartu kredit, sama sekali anda bukan pihak yang dipersalahkan (kalo ada yang cara cari konsumennya maksa itupun hanya sebagian oknum saja) karena di Indonesia ini dapat disimpulkan sebagian besar bekerja karena dipaksa oleh keadaan sehingga apapun pekerjaannya asal halal dan bisa bikin dapur ngepul sih sah-sah saja, apalagi teman-teman dibebani target penjualan yang tidak ringan, sistem kapitalis dengan pola egopsikoekonomik (halah....) yang cenderung tidak peka sosial dari perusahaan multinasional ternyata menyerbu seenak udel ke segala penjuru dunia
sebagai warga negara dunia ketiga yang katanya sedang berkembang ini, apa jadinya kalau kita terus menerus dipaksa untuk menjadi penghutang, tidak heran pula kalau pola konsumsi kita meningkat pesat, dan itu ditempuh dengan cara berhutang! satu persatu leher kita dikalungi tali jerat siap untuk mencekik setiap akhir bulan dan sehingga kita dicambuk lebih keras untuk bekerja lebih ngoyo lagi bukan untuk mencari sesuap nasi tapi untuk sekedar melonggarkan tali di leher agar kita masih bisa bernapas bulan ini.....

dengan segala sistem baku yang ternyata sangat mudah untuk diakali, apalagi di negara kita ini yang apapun pasti bisa diakali mulai dari tambal ban, meteran listrik, argo taksi, absen kuliah, ijasah, pendaftaran cpns, bahkan sampai pengadilan dan kasus korupsi, apalagi kalo cuman kartu kredit....gampang buanget kata si setan kartu kredit.....

data yang saya dapat menyatakan nilai transaksi kartu kredit pada 2007 mencapai Rp 72,6 triliun. Itu berarti meningkat dibandingkan transaksi pada 2006 senilai Rp 58,36 triliun. Peningkatan transaksi juga diikuti lonjakan NPL (alias kredit macetnya) kartu kredit dari 8,96 persen(alias 2,15 triliun) pada 2006 menjadi 11,85 persen (alias 3,18 triliun!!!) pada 2007.
sedangkan jumlah kartu kredit yang diterbitkan hingga akhir 2007 mencapai 9.148.104 keping atau naik dibandingkan 8.276.761 keping pada 2006.

sebagai masyarakat yang awam terhadap hal-hal perkreditan dan aturan moneter jelas aja tawaran sales dan kemudahan untuk berhutang menggugah minat terutama yg oportunis kayak saya untuk cari talangan termudah saat ada kebutuhan mendadak, tapi dibalik itu semua dengan cara yang tidak transparan dan sosialisasi aturan maen yang tidak menyeluruh pantas saja kalau saya merasa diakali oleh para setan kartu kredit

belom lama saya melamuin tiba-tiba telepon berdering, setelah saya angkat terdengar suara yang tidak asing bertanya "selamat siang pak Indra, waah susah banget dihubungi, ini aplikasi yang bapak minta sudah saya siapkan dan siang ini saya ke kantor bapak ya? nanti bapak tinggal tanda tangan saja dan ditunggu nggak sampai seminggu kartu kredit "SetanBank" akan segera jadi, bisa pak? jam 2 ya?......"
buset....kapan saya minta aplikasi? jangan-jangan yang ini setan beneran nih.....???